Hari senin, tanggal 27 Oktober 2014, kami anak-anak seniMan tampil perdana di hadapan seluruh siswa & siswi MAN selat. *** Awalnya saya pada hari senin itu juga banyak kegiatan. Pagi-pagi kami anak Sepatu menjadi petugas upacara. Dan saya memegang tugas membaca janji siswa, teman saya "zae" menjadi pengibar bendera bersama Ary dan Erna. Yang menjadi pemimpin upacaranya adalah Gilang dan Halimah membaca UUD 1945, Nomel membaca susunan acara, dan terakhir Yusuf sebagai pembaca doa. Walaupun kami semua gugup, tapi kami lalui itu dengan baik. Alahamdulillah, tapi masih ada tugas lagi, menjalankan peran keorganisasian SeniMAN untuk izin dengan guru untuk tampil teater puisi di lapangan atau di halaman sekolah. Setelah izin, guru pun banyak yang membolehkan. *** Pukul 09.00 kak zik datang dengan kak padli. Aku dan zae disuruh memanggil semua teman SeniMan. Kami datangi satu persatu di kelas. Aku, Zae, Akli, Ajib, Umai, Putri, Ayu, Emel, dan Dewi sudah kumpul. Dan skenario pun berjalan. *** Terdengar lagu pertanda kak zik memutar lagu dan teater pun sudah siap. Kami mencar, dan zae tampil. Ketika zae tampil anak-anak Man selat nampak bingung dan bertanya-tanya "ada apa itu?". Perhatian pun mulai tertuju ke kami. Habis Izae tampil, giliran Putri kemudian Dewi dan Akli. Nah sesudah Akli baru, saya tampil. Sorak sorak anak Man begitu ramai dan guru-guru pada tertarik untuk menonton. Habis aku Ayu habis Ayu Umai & habis Umai adalah Ajib. Ketika Ajib berlari dan mulai berpuisi, tepukan tangan dan sorakan pun kian ramai. Mereka banyak bertanya "itu apa sih?" andai suara kami keras dan terdengar. Mungkin tidak membuat mereka bingung. Mereka belum tahu kalau kami tampil untuk memperingati hari tahun baru islam. Yah jadi isi dari penampilan kami belum tersampaikan. Yah gak papa lah, yang penting sudah tampil dengan maksimal, sampai-sampai sekolahan kami ramai. Pokoknya tak terlupakan...!
2 komentar:
Nih anak seniMAN ... Sangat biasa
Wow keren ka
Posting Komentar